
Dua Misi Manusia : Beribadah dan Menjadi Khalifah/Pemimpin

Tasikmalaya - Jumat (17/06/2022) Bapak Ade Sajidin, S.H (Panitera Pengganti) menjadi Khatib Jumat di Masjid Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Dalam Khutbah Jumat ini Khatib menyampaikan Dua Misi Manusia atau Hamba Allah SWT yaitu Beribadah dan Menjadi Khalifah/Pemimpin.
Misi pertama, Sebagaimana firman Allah SWT (QS. Az-Zariyat; 56) “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.
Makna yang terkandung ialah Pada hakikatnya ada tujuan tertentu dari wujud manusia dan jin. Kedua makhluk tersebut punya satu tugas yang hanya ditujukan pada Allah SWT. Tugas ini tentunya harus dilaksanakan tanpa kecuali.
"Siapa yang melaksanakannya, maka ia telah mewujudkan tujuan wujudnya, dan siapa yang mengabaikannya maka dia telah membatalkan hakikat wujudnya dan menjadilah dia seseorang yang tidak memiliki tugas (pekerjaan). Tugas tersebut adalah ibadah kepada Allah, yakni penghambaan diri kepadaNya,"
Selanjutnya misi kedua, firman Allah SWT (QS. Al Baqarah: 30) Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Disebut sebagai khalifah di muka bumi, artinya manusia sebagai wakil atau pemimpin di bumi. Tentunya tugas ini sangat berat sehingga setiap manusia harus memiliki kemampuan mengelola alam semesta sesuai amanat yang diemban
Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin bagi manusia, dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka.
maka dari itu Khatib berpesan untuk Menjaga keseimbangan di bumi ini. Kita di beri kesempatan, untuk menembangkan diri, mengekplorasi untuk kemanfaatan di dunia tanpa melupakan tujuan manusia beribadah kepada Allah.
Karena manusia adalah seorang hamba Allah tidak boleh sombong oleh prestasi, pencapaian, inovasinya karena masih ada Allah SWT yang maha agung dari segala-galanya tidak ada tandingannya.
Jangan sampai Tujuan beribadah dilupakan, Allah sudah menyiapkan ganjaran sesuai amal dan perbuatannya. Surga bagi mengikuti seluruh perintah nya dan neraka bagi manusia yang menjalankan larangan nya. (TIm Humas -PTIP)



























