
Pengadilan Negeri Tasikmalaya Mengikuti Pertemuan Rutin dan Sarasehan Interaktif Badan Peradilan Umum (Perisai Badilum) Episode 3 Tahun 2025

Tasikmalaya - Senin, 20 Januari 2025, bertempat di Ruang Pusat Kendali Pengadilan Negeri Tasikmalaya, acara Pertemuan Rutin dan Sarasehan Interaktif Badan Peradilan Umum (Perisai Badilum) Episode 3 Tahun 2025 dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini merupakan tindak lanjut dari Surat Undangan Nomor 10/DJU/UND.DL 1.10/I/2025. Kegiatan dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, dan Calon Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya.
Perisai Badilum Episode 3 Tahun 2025 mengusung tema "Kinerja Berkualitas dengan Integritas", bertujuan untuk meningkatkan budaya berdiskusi, membahas permasalahan tenaga teknis di lapangan, serta mempererat hubungan antar aparatur peradilan.
Pesan-Pesan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum
1. Menjaga Integritas
Dirjen mengingatkan seluruh jajaran di pengadilan untuk selalu menjaga integritas. Ia menegaskan pentingnya keluar dari zona nyaman, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin pesat.
2. Penurunan Sanksi Disiplin
Data yang ditampilkan menunjukkan adanya penurunan jumlah sanksi disiplin terhadap hakim dan aparatur, menjadi indikator positif peningkatan kedisiplinan dan integritas.
3. Pematuhan SK KMA Terkait Template Putusan
Dirjen juga berpesan agar hakim senantiasa mematuhi Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung (SK KMA) terkait template putusan sebagai pedoman dalam menghasilkan putusan berkualitas.
4. Aplikasi Digital untuk Peningkatan Kinerja
Dirjen memperkenalkan aplikasi Satu Jari, yang memungkinkan evaluasi kinerja hakim dan panitera secara langsung. Selain itu, aplikasi SIGANIS (Sistem Informasi Ganti Sidang) dikembangkan untuk mendukung ruang tamu virtual sehingga pertemuan dapat dilakukan secara digital.
5. Pembinaan Berdasarkan PERMA 7, 8, dan 9 Tahun 2016
Para ketua pengadilan, baik di tingkat tinggi maupun negeri, diingatkan untuk aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap rekan kerja dan aparatur pengadilan sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung.
Motivasi Penutup dari Dirjen
Dirjen menekankan pentingnya bekerja dengan cerdas dan ikhlas. Dalam pesannya, ia mengingatkan:
*"Rejeki tertinggi adalah sehat, rejeki terendah yaitu uang. Maka jangan mengorbankan rejeki tertinggi untuk mendapatkan rejeki terendah."*
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh jajaran peradilan dalam meningkatkan kinerja dengan integritas, seiring dengan pemanfaatan teknologi yang mendukung efisiensi dan transparansi.



























